Berita

Sinergi Guru Bahasa Indonesia se-DIY: Perkuat Etika Profesi dan Kepribadian di Kanwil Kemenag

Selasa, 07 April 2026 / Berita

YOGYAKARTA – Sejumlah guru Bahasa Indonesia dari MAN 5 Sleman, yakni Pina Palupi, S.S., Yeti Diyan Oktarini, S.Pd., dan Mimi Alpian, S.Pd., menghadiri pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah se-DIY. Kegiatan yang mengusung tema Etika Profesi dan Kepribadian Guru Bahasa Indonesia ini diselenggarakan di Aula Kanwil Kementerian Agama DIY Lantai 3 pada Selasa, 7 April 2026.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang khidmat, meliputi tadarus bersama serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Setelah sambutan dari Ketua MGMP, para peserta melaksanakan Ikrar Syawalan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antar-pendidik di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hadir sebagai narasumber utama adalah Ketua Tim 2 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), H. Bashori Alwy, S.Ag., M.A.. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa guru Bahasa Indonesia harus memiliki kompetensi profesional dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta wajib mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam pembelajaran. Terkait etika kepribadian, beliau mengingatkan agar guru senantiasa bersikap sopan santun, jujur, transparan, serta memiliki empati yang tinggi terhadap kebutuhan dan kesulitan murid.

Mucharom, S.Ag., M.S.I., selaku Kepala MAN 5 Sleman, memberikan apresiasi atas kehadiran delegasi guru dari madrasahnya dalam forum tersebut. Beliau menyampaikan bahwa penguatan etika dan kepribadian guru adalah fondasi utama dalam membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah. Beliau berharap hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di MAN 5 Sleman, terutama dalam menjalin keakraban yang harmonis antara guru, rekan sejawat, dan pimpinan.

Yeti Diyan Oktarini, S.Pd., guru Bahasa Indonesia MAN 5 Sleman yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa materi ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya kompetensi sosial. Ia merasa termotivasi untuk lebih konsisten dalam menerapkan sikap empati dan peduli terhadap kesulitan belajar siswa di kelas. Menurutnya, pengembangan profesi seperti ini sangat diperlukan agar guru tidak hanya cakap secara materi, tetapi juga menjadi teladan yang baik dalam hal moral dan etika.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan foto bersama sebagai simbol semangat kebersamaan para guru Bahasa Indonesia MA se-DIY. (AR)

    Kirim Komentar

    © Copyright Citraweb Digital Multisolusi All Rights Reserved. Designed and Developed by Developed by Citraweb