Berita

Perkuat Silaturahmi dan Inovasi Penilaian, Guru Seni Budaya MAN 5 Sleman Hadiri MGMP se-DIY

Kamis, 16 April 2026 / Berita

​SLEMAN – Dua orang guru Seni Budaya dari MAN 5 Sleman, Galuh Lutfa Pravitasari, S.Sn dan Andi, S.Pd., menghadiri pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Pertemuan yang mengusung agenda penguatan silaturahmi dan teknis penilaian karya ini dilaksanakan di MAN 1 Sleman pada Selasa, 14 April 2026.
​Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua MGMP Seni Budaya MA DIY, Sumarjana, M.Pd. 
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa momentum ini merupakan saat yang tepat untuk saling memaafkan setelah merayakan Idulfitri, sekaligus menjadi wadah untuk menguatkan kembali ikatan kekeluargaan antaranggota MGMP yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta.

 

 

​Agenda inti dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai teknis penilaian praktik pentas seni dan panen karya yang dipandu oleh Kistanto, S.Pd., guru Seni Budaya dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam materi tersebut, dijelaskan bahwa penilaian kini harus lebih difokuskan pada proses kreatif serta hasil karya nyata siswa saat mereka tampil atau berkarya. Selain itu, muncul inovasi mengenai rencana pembuatan event gabungan, seperti gelar karya atau pameran bersama yang diinisiasi oleh para anggota MGMP sebagai wadah apresiasi seni siswa.

 

​Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan para guru dalam forum ini. Beliau menyampaikan bahwa guru seni memegang peranan penting dalam mengasah sisi estetika dan kreativitas siswa. Melalui pembahasan mengenai inovasi panen karya ini, beliau berharap para guru seni di MAN 5 Sleman dapat menghadirkan metode penilaian yang lebih objektif dan mampu memotivasi siswa untuk berani menunjukkan bakat serta potensi seninya kepada publik secara lebih luas.

 

​Galuh Lutfa Pravitasari, perwakilan guru dari MAN 5 Sleman, menyatakan bahwa diskusi mengenai teknis penilaian pentas seni ini memberikan perspektif baru bagi mereka. Menurutnya, konsep pameran atau gelar karya gabungan sangat menarik untuk diimplementasikan agar karya siswa tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat dinikmati oleh audiens yang lebih banyak. Ia berkomitmen untuk membawa hasil diskusi ini ke madrasah guna meningkatkan kualitas kegiatan apresiasi seni bagi siswa MAN 5 Sleman ke depannya.

 

​Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat, menandai semangat kebersamaan para pendidik seni madrasah di DIY. (GL)

    Kirim Komentar

    © Copyright Citraweb Digital Multisolusi All Rights Reserved. Designed and Developed by Developed by Citraweb