Sinergi Digital dan Spiritual: Madrasah Siap Gelar ASAT 2026 Berbasis Jogja Madrasah Digital
SLEMAN – Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026, madrasah bergerak cepat melakukan koordinasi matang. Bertempat di ruang Kepala Madrasah, jajaran guru dan pegawai yang tergabung dalam kepanitiaan ASAT menggelar rapat persiapan teknis pada Kamis, 21 Mei 2026.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah dan dihadiri oleh seluruh elemen panitia guna memastikan seluruh rangkaian ujian yang dijadwalkan mulai bergulir pada tanggal 25 Mei 2026 mendatang dapat berjalan tanpa kendala.
Fokus utama pertemuan kali ini adalah membahas persiapan teknis menyeluruh yang melibatkan guru, pegawai, maupun siswa. Dari lini tenaga pendidik dan kependidikan, pemantapan peran pengawas ruang, kesiapan teknis proktor, serta administrasi ujian menjadi poin yang dievaluasi ketat. Sementara dari sisi siswa, madrasah memastikan kesiapan perangkat dan pemahaman alur ujian agar tidak ada peserta didik yang kebingungan saat hari pelaksanaan.
Kepala Madrasah, Bapak Mucharom, S.Ag., M.S.I., dalam arahannya menekankan bahwa kesiapan teknis dan integritas adalah kunci utama kesuksesan agenda ini.
"Persiapan ASAT kali ini harus kita kawal bersama dengan sangat detail, baik dari sisi kesiapan para guru pengawas, pegawai, maupun sarana prasarana yang digunakan siswa. Kita ingin memastikan bahwa pergeseran menuju sistem digital ini berjalan linear dengan peningkatan mutu pelayanan kita kepada siswa," ujar Bapak Mucharom di sela-sela rapat.
Pelaksanaan ASAT tahun ini memang kembali menegaskan komitmen digitalisasi madrasah.
Asesmen akan diselenggarakan secara online penuh dengan memanfaatkan Aplikasi JMD (Jogja Madrasah Digital). Penggunaan platform terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi penilaian, serta mendukung gerakan ekosistem digital di lingkungan madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di samping kesiapan infrastruktur digital, Bapak Mucharom juga menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara performa akademik dan kematangan spiritual siswa melalui program habituasi kebaikan.
"Ujian dengan Aplikasi JMD secara online ini menuntut kejujuran tingkat tinggi dari anak-anak. Oleh karena itu, kesiapan mental dan spiritual mereka harus kita asah sebelum ujian dimulai. Melalui kebiasaan baik seperti salat Dhuha berjamaah, doa bersama, dan belajar mandiri di madrasah, kita ingin mengetuk pintu langit sekaligus menanamkan karakter yang kuat. Kita ingin lulusan yang tidak hanya cerdas digital, tapi juga berakhlak mulia," tambah Bapak Mucharom mantap.
Melalui sinergi kepanitiaan yang solid dan persiapan yang menyentuh aspek teknis sekaligus spiritual ini, madrasah optimis pelaksanaan ASAT berbasis Jogja Madrasah Digital (JMD) pada 25 Mei nanti dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. (NH)
Kirim Komentar