Guru Sejarah MAN 5 Sleman Hadiri Syawalan dan Pembahasan Lawatan MGMP DIY di Plosokuning
SLEMAN – Tiga guru sejarah MAN 5 Sleman, yaitu Khasanah Hidayati, S.Pd., Minda Herlina, S.Pd., dan Fu'adida Nur Aini, S.Pd., menghadiri pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Madrasah Aliyah se-DIY. Kegiatan yang dikemas dalam bingkai Halal Bihalal ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Tamrinut Tullab, Plosokuning, Sleman, pada Selasa, 14 April 2026.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pendidik sejarah di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain ikrar Syawalan, pertemuan ini juga fokus membahas agenda strategis mengenai rencana kegiatan Lawatan Sejarah yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang.
Hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut adalah Edi Purwanto, S.Pd., guru sejarah dari MAN 2 Sleman yang juga merupakan bagian dari internal MGMP Sejarah.
Dalam paparannya, Edi menekankan peran krusial pendidik di era sekarang. Ia menyampaikan bahwa seorang guru sejarah tidak boleh hanya berhenti pada tahap mengajarkan peristiwa masa lalu, tetapi juga harus mampu memposisikan diri sebagai pelaku sejarah yang dapat menjadi teladan langsung bagi para siswanya.
Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I.,
menyampaikan dukungannya atas partisipasi aktif para guru dalam forum ini. "Saya sangat mengapresiasi kehadiran para guru sejarah dalam kegiatan ini. Guru adalah sosok sentral dalam membentuk karakter siswa. Sesuai dengan materi yang disampaikan, guru harus menjadi teladan hidup yang menginspirasi, sehingga nilai-nilai sejarah tidak hanya dihafal, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan oleh peserta didik di MAN 5 Sleman," ungkapnya.
Khasanah Hidayati, S.Pd., salah satu guru sejarah dari MAN 5 Sleman, mengungkapkan bahwa pertemuan ini memberikan semangat baru, terutama dalam persiapan agenda lawatan sejarah di bulan Juli. "Materi yang disampaikan Bapak Edi Purwanto menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap tindakan guru di sekolah adalah bagian dari catatan sejarah bagi para siswa. Kami berharap pembahasan mengenai rencana lawatan sejarah nanti dapat segera matang agar siswa bisa belajar sejarah secara langsung melalui situs-situs bersejarah," tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan guru sejarah MA se-DIY dalam memajukan literasi sejarah di kalangan generasi muda madrasah. (GL)
Kirim Komentar